Pertama Kali Lihat Lift

Seorang Batak dari kampung menang undian untuk bisa ke Jakarta dengan keluarganya. Sampai di Jakarta mereka sekeluarga pergi belanja ke Pondok Indah Mall. mereka terheran-heran melihat segala sesuatu di sana.

Mereka kemudian berhenti di depan dua buah pintu perak yg bisa buka-tutup sendiri. Si anak kemudian bertanya kepada bapaknya dgn logat Batak

“Pak benda apa ini ?”

Si bapak pun menjawab ” Bah ! mana aku tau…. seumur hidupku aku tak pernah melihat benda seperti ini !”

Dengan masih terheran-heran, mereka melihat seorang wanita tua menekan sebuah tombol di depan dua buah pintu perak itu, kemudian pintu terbuka, & wanita tua itu masuk ke dalam ruangan kecil didalam dua pintu perak itu.

Mereka melihat lampu-lampu dengan angka-angka menyala-nyala mulai dari yg paling kiri ke yg paling kanan dan kemudian balik lagi ke yang paling kiri.

Kedua pintu perak itu kemudian terbuka, dan keluarlah seorang wanita cantik dan sexy dari sebuah ruangan di dalam kedua pintu itu.

Si bapak kemudian berbisik kepada anaknya, “Cepat…Panggil kau punya mamak !”

Related Post :

PSMS Medan dan PS Karo-Karo
Ucok Sakit Perut
Orang Batak Menyetop Taksi
Perempuan Yang Tersingggung
Jalan-jalan ke Medan Plaza
Pertama Kali Datang ke Jakarta
Kami Mau Cincang
Liburan Ke Saribudolok
Bayar Ongkos Mikrolet Kurang
Banyak Hutan Singarimbun
Orang Batak Punya Trisila
Film Box Office Dalam Bahasa Batak
Butet Menghadapi Ujian Semester
Bawa Oleh-oleh Mangga Dari Toba ke Bandung
Manuhor Pulsa (Membeli Pulsa)
Orang Batak Medan
Membeli Rokok Dunhill
Berita Bayi Lahir Tanpa Tulang
Mencoba Minum Tuak Batak 15 Gelas
Horas Bah !!!
Ojo Kesusu (Jangan Tergesa-gesa)
Ginting Beli Dawet
Dolok Saribu Dari Saribudolok

Horas Bah !

BBM naik, hidup tambah SIMANUNGKALIT
Harga2 NAEK, SAGALA PANDAPOTAN MANURUNG,
Banyak SIHOTANG
Hidup bagaikan mendaki TOBING
Tak ada lagi HARAHAP
Kepala pusing sampai SIBUTAR BUTAR
Rambut rontok dan nyaris POLTAK
Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN
Anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG
Otak sudah SITOMPUL
Tapi kita masih dimintasabar SITORUS
Jangan putus HARAHAPkatanya
Mintalah PARLINDUNGAN,
supaya BONAR-BONAR selamat …

BUTET dah… !!

Mencoba Minum Tuak Batak 15 Gelas

Seorang bule yang sedang jalan-jalan ke Medan mendengar soal tuaknya orang Batak dan betapa kerasnya minuman itu. Iseng-iseng dia masuk ke sebuah kedai tuak dan menantang pengunjungnya.

“Siapa yang bisa minum 15 gelas tuak sekaligus, saya kasih uang 500 dollar”, katanya sambil meletakkan uang yang dimaksud.

Semua pengunjung terdiam, tak ada yang berani melayani tantangan itu. Bahkan si Tigor yang sedang duduk di sana melangkah keluar.

30 menit kemudian Tigor terlihat kembali ke kedai itu, mendekati si bule dan bertanya, “Hei Mister! Apa tantanganmu tadi masih berlaku?”

“Masih!” jawab Bule itu.

“Ok, aku terima tantangan kau Mister,” jawab Tigor.

Segeralah dideretkan 15 gelas tuak di meja. Si Tigor langsung menenggak satu demi satu gelas tuak itu tanpa henti, dan segera saja seluruh gelas kosong.

Si bule hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. 15 gelas tuak habis di minum semua oleh Tigor. Diserahkannya 500 dollar itu ke tangan Tigor sambil bertanya, “Boleh saya tanya tadi waktu anda keluar, anda pergi ke mana?”

“Ooo..itu”, jawab Tigor.

“Aku kan tidak tolol Mister. Sebelum menerima tantangan Mister, aku pergi ke Kedai tuak sebelah, di sana aku cobak dulu apa aku bisa…”

Berita Bayi Lahir Tanpa Tulang

Bogor (29/2/2000): Seorang bayi telah lahir tanpa tulang di rumah sakit Bogor.

Peristiwa yang mungkin cukup langka ini sempat menarik perhatian media cetak lokal. Tak ayal, para wartawan pemburu berita pun segera mendatangi rumah sakit untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Di ruang pasien, tampak telah berkumpul keluarga serta sanak famili dari pasien.

Sebelumnya, pihak dokter yang dimintakan pendapatnya, tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Bahkan meminta para wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak keluarga, kenapa sampai bayi tersebut lahir tanpa tulang.

Para wartawan pun mencoba menanyakan langsung ke pihak keluarga, apa kira-kira yang penyebab kelainan tersebut.

Menurut penjelasan pihak keluarga, selama mengandung tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan. Beratnya normal, makannya pun juga tidak ada yang aneh-aneh. Hanya saja, sang ibu tidak begitu suka dengan sayur bayam.

Ketika ditanyakan apa kira-kira yang menjadi penyebab bayi tersebut sampai lahir tanpa tulang. Sejenak, tampak semuanya terdiam sampai akhirnya juru bicara keluarga maju untuk mencoba menjelaskan. Itu pun setelah bisik-bisik dulu dengan anggota keluarga lainnya.

“Sebenarnya, hal ini adalah urusan intern keluarga kami. Tapi karena anda menanyakannya, maka yang bisa saya sampaikan adalah Tulang dari bayi ini semuanya sedang berkumpul di Medan karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.”

Bah, orang Batak rupanya….:)

Membeli Rokok Dunhill

Seorang pemuda Batak, dengan penuh percaya diri, mendongakkan kepala dari jendela mobilnya, hendak membeli sebungkus rokok Dunhill dari pedagang di pinggir jalan.

“Hei, tolong dulu kasi sebungkus dunhil”, katanya dengan mantapnya.

Mas, kata si pedagang rokok mengoreksi. Bilangnya bukan dunhil, tapi danhil.

Si pemuda Batak melotot lalu berkata, “Hah, sudah bagus kubilang dunhil. Kalau kubilang hildun?  Mau apa kau?!

Orang Batak Medan

Seorang supir truk berpelat nomor BB berhenti di depan gerobak penjaja minuman, di sebuah pasar di Solo.

Kasih dulu cendolnya, Embak…

Mboten enten, Mas, jawab si pedagang perempuan dengan lembutnya. Cendol sudah tidak ada.

Hah, nggak pakek santen pun tak papalah kata si supir Batak lagi dengan sedikit memaksa.

Sampun telas, Maaas, jawab si pedagang perempuan lagi dengan sabarnya. Cendol sudah habis.

Hah, nggak pakek gelas pun tak papalah

Dasar wong edan, gerutu si pedagang sambil kebingungan.

Heh?! Koq tau pulak kau kalau aku orang Medan?!

Manuhor Pulsa (Membeli Pulsa)

Adong ma sada ama-ama sian huta pardomuan, sukses besar dalam bisnis durianna. Panen na sukses hampir mencapai omzet 10 juta dalam 1 bulan. Alani lumayan do untung na, gabe kepingin ma amanta i laho mar handphone sebagaimana nadi nipi-ipihon salelengon.

Laho ma amatta i tu sada toko handphone di bilangan segitiga emas Sidikalang, alias jalan Sisingamangaraja. Songonon ma kira-kira pembicaraan antara amanta i dohot par toko handphone on:

A : “Ai laho manuhor handphone au lae, na songon dia do na pas di natua-tua songon au. Argana hira-hira 1 tu 2 juta. Ai nasai do pe adong hepengku.”
TH : “Ohh… adong amang, type na NOKIA 3260, balga-balga do tombol na, dang susa amang molo lau mamiccit nomorna. On ma contoh na amang. Argana holan 1,5 juta do.”
A : “Boi .. boi ma i. Baen ma dohot nomor na sekalian. Pasang ma sekaligus, dang hupaboto-boto mamasang i, sekalian ma dohot pulsana.”
TH: “Boi amang, on ma nomor na, pillit hamu ma. Molo pulsana, na sadia ma ta baen amang, adong 25 ribu, 50 ribu dohot 100 ribu.”
A : “Ai hamu ma mamillit nomor nai, baen ma nomor na bagak. Molo pulsanai si 100 ribu ma baen.”
TH : “Boi amang, alai sebelum hupillit no nai, ai didia do halak amang tinggal?”
A : “Di pardomuan, jonok do tu tigalingga”
TH : “Ohh… alai hurasa amang, dang adong dope sahat jaringan tu Pardomuan.”
A : “Ima… ima .. nga boi i . Baen ma 100 ribu dohot jaringan na i, bila porlu 200 ribu pe boi, asa unang mulak-ulak iba tu Sidikkalang on.”
TH : “???!!??”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers