Asal Usul Lipstik

China LipsticPada zaman Tiongko kuno, terutama di Dinasti Tang, ada tujuh langkah
 dalam membuat  kosmetik untuk wanita cantik : alas bedak, menerapkan warna ke
wajah, mewarnai alis mata, menerapkan “warna emas pada dahi”, melukis lesung, menghiasi pipi dan memulas pewarna bibir, yang menjadi cikal bakal lipstik modern saat ini.

Jika mata adalah jendela jiwa, bibir adalah cermin dari karakter dan temperamen seseorang. Merias  bibir mengalami sejarah panjang dan memiliki berbagai pola pada periode  yang berbeda.

Hal ini diyakini bahwa merias bibir pada awalnya dilakukan pada ritual keagamaan. Seiring waktu berlalu, orang menyadari bahwa itu bisamenghidupkan semangat seseorang dan kadang-kadang bahkan bisa mengungkapkan status sosial seseorang. Sebagai akibatnya, bahan-bahan  yang berbeda untuk produk kecantikan bibir terus menerus dikembangkan dan digunakan untuk membuat bibir merah dan cerah, membentuk seni makeup.

Produk kecantikan bibir di Tiongkok kuno yang biasanya disebut lip balm, sebagaimana dicatat oleh  kamus Tiongkok berjudul Shiming yang ditulis oleh Liu Xi pada Dinasti Han Timur (AD25-AD220). Baca Selengkapnya >>>

Asal Usul Nama Rupiah (Bagian 2)

Kita semua pasti sudah tahu bahwa mata uang Indonesia adalah Rupiah.  Tapi saya yakin masih banyak diantara kita yang belum mengetahui sejarahnya. Sejarah mata uang kita memang tidak tercatat dengan sempurna, namun ada beberapa bagian yang patut kita ketahui, seperti yang ditulis di Wikipedia Indonesia dan Banknotes.com, yang dibagi dalam dua periode, yaitu periode ORI dan Rupiah.

Masa ORI ( Oeang Republik Indonesia )

Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka. Baca Selengkapnya >>>

Asal Usul Danau Toba

danau-tobaDi Sumatera Utara terdapat danau yang sangat besar dan ditengah-tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau. Danau itu bernama Danau Toba sedangkan pulau ditengahnya dinamakan Pulau Samosir. Konon danau tersebut berasal dari kutukan dewa.. Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar. Baca Selengkapnya >>>

Asal-usul Nama Sumatera

sumatera

Nama asli Pulau Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. Pendeta I-tsing (634-713) dari Cina, yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut pulau Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”. Baca Selengkapnya >>>

Asal-Usul Sepeda

Kira kira 200 tahun yang lalu, ada satu orang Jerman bernama Drais yang senang memebuat temuan baru. Kepalanya selalu dipenuhi dengan berbagai macam gagasan. Suatu hari, ketika drais berpergian dengan kereta kuda, Drais melewati sebuah jalan, jalan tersebut telah tertutup untuk kendaraan yang besar karena ada pohon tumbang di jalan. Drais mendapat ide untuk membuat kendaraan kecil dengan dua roda berderet yang dijalankan dengan kaki. Sepeda yang dibuat Drais adalah sepeda pertama di dunia, tapi tidak mendapat sambutan yang baik sehingga tidak popular Sementara itu, saat dibawa ke Negara lain, sepeda Drais dipuji setinggi langit dan dijuluki “hobby horse” ( kuda mainan ) dan “dandy horse” ( kuda gaya ). Saat itu di Inggris, Mac Milan yang bekerja sebagai pandai besi mulai berpikir untuk membuat sepeda yang lebih baik. Tak lama kemudian, Mac Milan telah membuat sepeda yang dapat bergerak tanpa menapakkan kaki ke tanah lagi. Tetepi sepeda ini tidak mendapat sambutan yang baik.


Sepeda Type Draisienne Uermanj 1818


Sepeda Type Mac Millan (Inggris) 1839

Sementara itu, di kota Paris, Prancis, orang orang berusaha memperbagus “hobby horse” itu dengan kreativitasnya masing masing. Di antaranya adalah Michaux dan putranya yang bekerja sebagai pandai besi. Michaux mendapat ide untuk membuat sepeda yang lebih baik. Michaux dan putranya membuat sepeda yang ddijalankan dengan pedal. Sepeda buatan Michaux memperoleh sambutan luar biasa. “dengan pedal, mengendarai sepeda menjadi lebih ringan dan menyenangkan.” Orang orang beramai ramai memakai sepeda Michaux. Sepeda makin popular, sehingga pada tahun 1868 disenggalakan lomba balap sepeda pertama di dunia. Semakin lama, sepeda semakin bagus. Magey dari prancis menemukan bahan sepeda dari kayu, besi dan karet agar sepeda menjadi lebih kuat dn lebih enak dilihat.

Agar sepeda dapat berlari kencang, ia memperbesar roda depannya. Bentuk sepeda juga makin cantik dan dapat berlarilebih kencang. Banyak orang membanggakan kecantikan dan kecepatan sepeda mereka.


Sepeda Type Michaux (Perancis) 1861

Sepeda untuk wanita berbeda dengan sepeda untuk pria. Kaki pengendara tidak perlu mengapit badannya. Perusahaan sepeda banyak bermunculan. Mereka saling berlomba membuat sepeda yang dapat berlari kencang. Roda depan sepeda makin lama makin besar. Sepeda yang semula dibuat supaya lebih mudah di kendarai telah berubah menjadi sepeda yang berbahaya bagi wanita dan orang tua. Saat itu satu orang inggris bernama Lawson mempunyai ide untuk membuat sepeda yang aman bagi pengendaranya.Lawson mendapat ide untuk membuat sepeda yang aman , cepat dan cantik, dan ia memberi nama sepeda tersebut “safety” ( aman ). Ada dua orang Inggris bernama Starley dan Sutton yang memasang roda ukuransama pada sepeda tipe “safety”. Tapi, orang orang yang melihat sepeda itu hanya mencemoh. Mereka memutar otak untuk mencari cara supaya orang orang dapat mengetahui kehebatan sepeda tipe “safety”.


Sepeda Type Safety (Inggris) 1873-4


Sepeda Type Ordinary (Perancis) 1870

Mereka mendapat ide untuk membuat lomba sepeda mulai di garis finish dan selesai di garis start. Pada saat di garis finish yang ada di garis start, sepeda tipe “safety”yang menang.

Setelah melalui proses yang panjang, sepeda akhirnya menjadi kendaraan yang aman untuk dikendarai , berpenampilan cantik dan juga cepat.

Bukti Bahwa Manusia Raksasa Itu Ada

Meski sudah beberapa bukti ditemukan, masih banyak orang yang meragukan eksistensi manusia raksasa. Para ilmuwan bahkan penasaran terhadap kemungkinan pernah hidupnya jenis manusia besar ini.
Atas dasar itulah, sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan penelitian sejak awal tahun 2005 lalu di Suriah, Mesir, Lebanon, dan kawasan lainnya di Arab Saudi.

Pelacakan tim ilmuwan Rusia yang dipimpin Ernst Muldashev ini ternyata tidak sia-sia. Menurut laporan Trust Rusia pada 1 Desember 2005 lalu, mereka telah memperoleh penemuan penting dalam penyelidikan bersejarah atas keberadaan manusia raksasa di planet kita ini.

Tidak hanya ditemukan jejak kaki manusia raksasa, mereka juga menjumpai makam manusia raksasa.

Ernst Muldashev menunjuk beberapa contoh makam manusia raksasa. Dan salah satu di diantaranya adalah makam Abel, terletak di sekitar Damaskus ibukota Suriah.

Panjang makam kurang lebih enam meter, dan lebar sekitar 1.8 meter. Di daerah lain di Suriah juga banyak ditemui makam manusia raksasa, di mana salah satu di antara manusia raksasa dalam kuburan itu tingginya mencapai 7.5 meter.

Hanya saja mereka kurang leluasa mengadakan penelitian ini karena adanya faktor penghambat. Menurut, Ernst Muldashev, warga setempat dengan alasan agama dan faktor lainnya tidak menyokong penyelidikan ini.

Belakangan ini karena kerusakan makam yang ditimbulkan pencari harta karun, sedikit banyak mereka berpeluang mendekati sejumlah makam.

Hasil temuan ilmuwan Rusia ini bukanlah suatu yang kebetulan. Karena, selain legenda dari berbagai bangsa di dunia tentang manusia raksasa dalam budaya barat dan timur, juga banyak dicatat dalam buku sejarah. Sejumlah besar penemuan arkeologi belakangan ini juga sudah membuktikannya.

Lihat saja penemuan jejak kaki raksasa di sebuah palung sungai Paluxy di Glen Rose, Texas AS, serta lukisan raksasa yang ditemukan di etsa lapisan terbawah padang pasir timur Los Angeles, California, AS. (Lihat tabloid Era Baru edisi 14/Tahun I 2003).

Selain itu juga ditemukannya kerangka tulang manusia raksasa oleh tim eksplorasi ARAMCO dalam eksplorasi ladang minyak di kawasan Empty Quarter, sebelah Timur Arab Saudi.

Koran Travelling Thailand pada edisi 02 Juni 2005, juga melaporkan bahwa bencana Tsunami di samudera Hindia pada 26 Desember2005 lalu telah menyebabkan kerangka manusia raksasa purba terapung dipermukaan laut.

Kerangka manusia besar dengan tinggi 3.1 meter ini ditemukan di kepulauan PP Thailand, dan sempat menjadi perhatian banyak orang.

Begitu juga laporan CNA, Singapura pada awal 2006 ini. Disebutkan di negara bagian Johor, Malaysia yang berbatasan dengan Singapura tersiar kabar adanya manusia raksasa dengan tinggi hampir tiga meter.

Menurut laporan media Singapura dan Malaysia, ada yang pernah melihat manusia liar di hutan sekitar air terjun, Johor. Setelah berita itu tersebar, lembaga himpunan alam Malaysia lalu kesana melakukan pencarian, namun, sampai sekarang tidak ada hasil.

Dinas Pertamanan Nasional Johor menuturkan, mereka tidak punya data terkait, dan tidak dapat membuktikan manusia liar itu benar-benar eksis atau tidak.

Penduduk setempat yang pernah melihat manusia liar itu menceritakan, manusia liar itu tingginya hampir tiga meter, jejak kaki yang ditinggalkan panjangnya 50 cm, sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bulu lebat, celah giginya besar, wujudnya persis seperti gorila, dan kerap muncul di hutan sekitar air terjun.

Setelah kabar tentang manusia liar bertubuh besar ini tersebar luas, himpunan alam Malaysia lalu membawa serombongan reporter, menyelami hutan di sekitar air terjun, Johor, mencari jejak manusia liar.

Kepada media, penanggung jawab himpunan alam Malaysia itu menuturkan, bahwa manusia liar meninggalkan jejak kaki sepanjang 50 cm di berbagai tempat.

Namun, dinas pertamanan nasional Johor mengatakan, karena tidak mempunyai data yang lengkap, tidak dapat dipastikan makhluk apa sesungguhnya manusia liar yang diceritakan penduduk setempat tersebut.

Asal-usul Nama Malang

Bila mendengar kata Malang, kita langsung tertuju dengan apel yang udah kondang, bisa juga tertuju pada AREMA/ AREMANIA yang udah tersohor dijagad sepak bola Indonesia.Masyarakat di luar Kota Malang, banyak mengidentifikasi nama tersebut bukan berasal dari kata malang yang memiliki makna menghalangi, namun lebih memahami kata tersebut, pada malang yang menunjuk pada nasib yang kurang baik. Istilah dengan pemahaman makna yang kedua ini, bisa kita lihat dari pemakaian semboyan Kota Malang yang dipakai oleh pemerintah kolonial yaitu Malang Nominor Sursum Moveor yang memiliki arti Malang Namaku, Maju Tujuanku. Semboyan ini mengisyaratkan mengacu pada makna kata malang sebagai nasib yang kurang baik, hal ini bisa dilihat dari kata setelah Malang Namaku yaitu kalimat Maju Tujuanku. Kalimat kedua ini merupakan kalimat yang menegasi kalimat yang pertama.

Kata malang dapat diartikan dalam bermacam-macam arti kata, mulai dari :

* malang = nasib yang kurang beruntung
* malang = menghalangi /membentang (basa jawa)
* malang = nama yang diberikan oleh pasukan Sultan Demak ketika mencoba menyerang untuk memperluaskan daerah kekuasaan. Kata ini berasal dari istilah malang-melintang.
* malang =
Tuhan menghancurkan yang bathil dan menegakkan yang baik. Kata ini berasal dari istilah Malang Kucecwara.

Tapi jangan salah,Nama Malang ternyata memiliki nilai historis yang cukup tinggi.
Dibawah ini merupakan sejarah kota kita tercinta ini dinamakan Malang.

Nama Batara Malangkucecwara disebutkan dalam Piagam Kedu (tahun 907) dan Piagam Singhasari (tahun 908). Diceritakan bahwa para pemegang piagam adalah pemuja Batara (Dewa) Malangkucecwara, Puteswara (Putikecwara menurut Piagam Dinoyo), Kutusan, Cilahedecwara dan Tulecwara. Menurut para ahli diantaranya Bosch, Krom dan Stein Calleneis, nama Batara tersebut sesungguhnya adalah nama Raja setempat yang telah wafat, dimakamkan dalam Candi Malangkucecwara yang kemudian dipuja oleh pengikutnya, hal ini sesuai dengan kultus Dewa – Raja dalam agama Ciwa.

Nama para Batara tersebut sangat dekat dengan nama Kota Malang saat ini, mengingat nama daerah lain juga berkaitan dengan peninggalan di daerah tersebut misalnya Desa Badut (Candi Badut), Singosari (Candi Singosari). Dalam Kitab Pararaton juga diceritakan keeratan hubungan antara nama tempat saat ini dengan nama tempat di masa lalu misalnya Palandit (kini Wendit) yang merupakan pusat mandala atau perguruan agama. Kegiatan agama di Wendit adalah salah satu dari segitiga pusat kegiatan Kutaraja pada masa Ken Arok (Singosari – Kegenengan – Kidal – Jago : semuanya berupa candi).

Pusat mandala disebut sebagai panepen (tempat menyepi) salah satunya disebut Kabalon (Kebalen di masa kini). Letak Kebalen kini yang berada di tepi sungai Brantas sesuai dengan kisah dalam Pararaton yang menyebut mandala Kabalon dekat dengan sungai. Disekitar daerah Kebalen – Kuto Bedah – DAS Brantas banyak dijumpai gua buatan manusia yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat menyepi oleh pengikut mistik dan kepercayaan. Bukti lain kedekatan nama tempat ini adalah nama daerah Turyanpada kini Turen, Lulumbang kini Lumbangsari, Warigadya kini Wagir, Karuman kini Kauman.

Pararaton ditulis pada tahun 1481 atau 250 tahun sesudah masa Kerajaan Singosari menggunakan bahasa Jawa Pertengahan dan bukan lagi bahasa Jawa Kuno sehingga diragukan sebagai sumber sejarah yang menyangkut pemerintahan dan politik. Penulisan Pararaton sudah . Namun pendekatan yang dipakai para ahli dalam menyelidiki asal usul nama Kota Malang didasarkan pada asumsi bahwa nama tempat tidak akan jauh berubah dalam kurun waktu tersebut. Hal ini bisa dibuktikan antara lain dari nama Kabalon (tempat menyepi) ternyata juga disebutkan dalam Negara Kertagama. Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa puteri mahkota Hayam Wuruk yaitu Kusumawardhani (Bhre Lasem) sebelum menggantikan ayahnya terlebih dahulu menyepi di di Kabalon dekat makam leluhurnya yaitu Ken Arok atau Rangga Rajasa alias Cri Amurwabumi. Makam Ken Arok tersebut adalah Candi Kegenengan.

Namun istilah Kabalon hanya dikenal dikalangan bangsawan, hal inilah yang menyebabkan istilah Kabalon tidak berkembang. Rakyat pada masa itu tetap menyebut dan mengenal daerah petilasan Malangkucecwara dengan nama Malang hingga diwariskan pada masa sekarang.

Sumber : http://www.bloggerngalam.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers